Laporan 6
Praktik Jaringan Komputer Dan Sistem Operasi
"NAT, ICS DAN DHCP"
NORA AFRYANDI
1102135
TEKNIK ELEKTRONIKA
A.
Tujuan Praktikum
1
Dengan mengikuti perkuliahan ini
mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan memahami NAT, ICS dan DHCP.
2
Mahasiswa mampu
melakukan sharing koneksi internet pada jaringan lokal menggunakan
fasilitas NAT.
3
Mahasiswa mampu
melakukan sharing koneksi internet pada LAN menggunakan fasilitas
ICS.
4
Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi
DHCP Server dan DHCP Client.
B.
ALAT DAN BAHAN
1
PC Router yang telah terinstall Windows
Server.
2
PC Client.
3
Switch atau Hub.
4
Kabel UTP.
5
Layanan Internet.
C. TEORI
SINGKAT
Protokol IP yang banyak digunakan saat ini
adalah IP versi 4 (IPv4).
Dengan panjang alamat 4 byte berarti
terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang
tersedia. Jumlah ini secara teoritis adalah jumlah komputer yang
dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian
besar ISP (Internet
Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan
alamat ini bersifat dinamik,
dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap
kali user melakukan koneksi keinternet.
Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan
menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang
terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP
yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini
bisa diatasi dengan metode Sharing Koneksi Internet. Dengan fasilitas
sharing koneksi yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut
dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi
ke internet secara bersamaan.
Di lingkungan sistem operasi
Windows, sharing koneksi internet dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu :
1.
Network
Address Translation (NAT)
Network Address Translation atau yang lebih
biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari
satu komputer ke jaringan internet dengan
menggunakan satualamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini
disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan
(security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.
Alamat yang biasa sebagai alamat jaringan private
atau yang disebut private address space (RFC 1918),
yaitu:
10.0.0.0 - 10.255.255.255 (10/8 prefix)
172.16.0.0 - 172.31.255.255 (172.16/12 prefix)
192.168.0.0 - 192.168.255.255 (192.168/16 prefix)
Karena alamat tersebut adalah private
address yang dipakai untuk jaringan local tentunya tidak dapat berkomunikasi
dengan jaringan lain di Internet, karena semua host yang ingin terkoneksi di
Internet harus menggunakan alamat global atau public IP address. Untuk itu
perlu men-translate IP address private menjadi public IP
address.
Alasan lain untuk menggunakan NAT
adalah security. Seluruh alamat jaringan private/lokal (misal 254 PC),
bisa di-translate menjadi 1 public IP. Teknik ini
disebut many-to-one NAT atau biasa disebut Port Address
Translation (PAT). Teknik ini sangat bermanfaat jika diinginginkan seluruh
user di jaringan private meng-inisiasi koneksi ke Internet (browsing internet
atau mengirim email misalnya), tapi sebaliknya tidak diinginkan host dari
Internet untuk meng-inisiasi koneksi ke PC user di jaringan private. Host dari
Internet tidak bisa meng-inisiasi koneksi ke
internal host jaringan private karena hanya ada 1 public IP
address yang terlihat di jaringan private, sedangkan jumlah PC yg
sebenarnya lebih dari sat. Untuk kasus one-to-one NAT, dimana
1 private IP akan di-translate menjadi 1 Public IP.
2.
Internet
Connection Sharing (ICS)
Internet Connection Sharing adalah suatu
aplikasi yang diterapkan untuk menghubungkan beberapa komputer pada sebuah
jaringan lokal (LAN) sehingga bisa melakukan akses internet. Aplikasi ini
merupakan fasilitas bawaan Microsoft Windows. Penerapan atau penginstallan
Internet Connection Sharing (ICS) hanya dilakukan/dipasang di PC
Router ber-sistem operasi Windows, sedangkan Client-nya mengikuti standard
setting network biasa.
Kemampuan Internet Connection Sharing (ICS), antara
lain :
1. Mampu
melakukan koneksi beberapa komputer sekaligus melalui jaringan LAN dengan akses
internet hanya pada satu Internet Service Provider (ISP).
2. Perlengkapan
koneksi jaringan menggunakan Directory and Naming
Service dan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
3. Tidak
memerlukan adanya penambahan software untuk client, baik client
windows maupun non windows untuk bisa terkoneksi ke internet.
4. Mampunyai support
protocol yang meliputi banyak hal. Misalnya, Point-to-Point Tunneling
Protocol (pPTP) dan Virtual Private Network (VPN).
3.
Dynamic
Host Configuration Protocol (DHCP)
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
merupakan layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang
memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server,
sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.
Dengan demikian administrator jaringan tidak perlu lagi harus memberikan nomor
IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP di setiap client, tapi cukup
dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
Pada saat DHCP client dihidupkan, maka komputer
tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan
nomor IP. DHCP Server menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada didatabase
DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease)
nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari
daftar POOL. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet
mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat
diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya
tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP
Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan
kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server
dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode
ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu
disebut leased period.
Kelebihan DHCP :
1
Memudahkan dalam transfer data kepada PC
client atau PC server lain.
2
DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara
dinamis. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan
konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
3
DHCP memungkinkan suatu client
menggunakan alamat IP yangreusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai
oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
4
DHCP memungkinkan suatu client
menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
5
DHCP akan memberikan satu alamat IP dan
parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.
Di jaringan komputer, dikenal dua macam IP yang
digunakan, yaitu IP Private dan IP Public. IP Private adalah IP
yangdigunakan untuk jaringan yang tidak terhubung ke internet
misalnya untuk LAN dan biasanya yang digunakan private address
space (RFC 1918).
Sedangkan IP Public adalah IP yang digunakan oleh jaringan yang
terhubung ke internet misalnya saat komputer kita terhubung ke internet
akan mendapat IP publik dari ISP yang berupa IP dinamis dan jika diganti dengan
IP private maka kita tidak bisa terhubung ke internet.
D. LANGKAH
KERJA
Dalam prakteknya, sharing koneksi internet pada
system yang berbasis Microsoft, bisa menggunakan salah satu metode NAT atau
ICS. Apabila sharing koneksi internet dilakukan dengan NAT, maka ICS tidak
digunakan, atau sebaliknya.
1. Sharing
Koneksi Internet dengan NAT
a. Bangun
sebuah jaringan LAN dan hubungkan dengan jaringan Lokal Elektronika yang
terhubung ke internet via Jaringan UNP,
b. Pastikan
PC yang digunakan sebagai router untuk menghubungkan jaringan LAN ke jaringan
local Elektronika telah terpasang 2 buah NIC dan telah terinstall Windows 2003
Server (atau Windows Server versi lain).
c. Untuk
mempermudah mengenali kedua NIC yang digunakan, ubah nama koneksinya sesuai
dengan kebutuhan. Dapat dilakukan melalui : Start | Control Panel | Network
Connections > klik. Kemudian tampil jendela Network Connections
NIC yang dipakai untuk terhubung ke jaringan local
Elektronika berikan nama WAN, sedangkan NIC yang dipakai untuk menghubungkan ke
jaringan LAN yang akan dibangun beri nama LAN.
d. Langkah
selanjutnya adalah mengkonfigurasi IP Address untuk masing-masing NIC.
Konfigurasi WAN :
IP
Address :
192.168.189.201
Subetmask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.189.1
DNS
Server :
10.1.1.1
10.1.1.5
Konfigurasi LAN :
IP
Address :
192.168.1.1
Subetmask : 255.255.255.0
Default Gateway : -
DNS
Server :
10.1.1.1
10.1.1.5
e. Melalui
Command Prompt, lihat konfigurasi IP Address router dengan perintah :
ipconfig /all
Amati informasi yang ditampilkan.
f. Lakukan
test koneksi menggunakan perintah PING ke alamat-alamat berikut :
192.168.189.1
10.1.1.1
10.1.1.5
Google.co.id
Jika konfigurasi Router benar, test konekasi ke
alamat-alamat tersebut akan berhasil.
g. Langkah
selanjutnya adalah mengaktifkan layanan Network Address Translation (NAT). Klik
Start | Administrative Tools | Routing and Remote Access.
Melalui jendela Routing and Remote Access, klik
kanan pada root Routing and Remote Access.
Kemudian klik Add Server.
Pada Jendela Add Server, pilih opsi This Computer
Pada jendela Routing and remote Access akan muncul
nama server yang akan dijadikan Router NAT.
Klik kanan pada nama Server, pilih Configure and
Enable Routing and Remote Access.
Pada jendela Routing and Remote Access Setup Wizard,
klik opsi Network address translation (NAT).
Selanjutnya muncul jendela NAT Internet Connection,
pilih interface WAN, yaitu interface yang dipakai untuk menghubungkan router
dengan jaringan luar yakni ke jaringan local Elektronika. Klik Next.
Tunggu sampai proses Setup Wizard selesai.
Pada jendela Routing and Remote Access akan tampil
konfigurasi router NAT,
h. Proses
konfigurasi NAT telah selesai.
i.
Langkah selanjutnya adalah melakukan
konfigurasi IP Address pada setiap PC Client.
j.
Lakukan koneksi internet melalui PC
Client!
2.
Sharing Koneksi Internet dengan ICS
Selain dengan dengan NAT, sharing koneksi internet
di windows bisa juga dengan Internet Connection Sharing. Dalam proses
konfigurasi, ICS bahkan lebih mudah dibandingkan NAT, hanya saja NAT
menyediakan fitur yang lebih bagus. Tapi yang harus diperhatikan NAT dan ICS
tidak bisa dipakai dalam waktu yang bersamaan. Berikut adalah langkah-langkah
mengaktifkan ICS :
a. Non-aktifkan
NAT yang telah dikonfigurasi
Klik kanan pada nama Server, lalu pilih Disable
Routing and Remote Access. Tunggu sampai proses pe-nonaktifan selesai, ditandai
dengan perubahan warna biru pada icon Server menjadi merah.
b. Setelah
NAT di disable, baru ICS bisa diaktifkan.
c. Buka
jendela Network Connections, klik kanan pada ikon WANlalu
pilih Properties.
Kemudian akan muncul jendela WAN Properties. Pada
tabAdvanced, centang pilihan “Allow other network users to connect
through this computer’s Internet connection”
Apabila sukses, ikon WAN akan ditandai dengan
ikon sharing
Lakukan koneksi internet dari masing-masing host.
3.
Konfigurasi DHCP Server
Agar proses kkonfigurasi PC Client menjadi lebih
mudah, jadikan PC Router sekaligus sebagai DHCP Server. Berikut langkah-langkah
proses konfigurasi DHCP Server:
a. Klik
Start | Administrative Tools | Configure Your Server Wizard, klik.
Kemudian muncul jendela “Configure Your Server
Wizard”, klikNext
Selanjutnya muncul jendela Server Role,
pilih DHCP server, lalu klik Next.
Tunggu sampai proses installasi layanan DHCP Server
selesai.
Muncul jendela New Scope Wizard, klik Next.
Melalui Jendela Scope Name, buat nama scope range
alamat IP DHCP pada jaringan lokal.
Masukkan range alamat IP DHCP, misalnya 192.168.101
sampai 192.168.1.200. Alamat yang berada pada range tersebut akan diberikan
secara otomatis kepada PC Client yang me-request. Dan masukkan juga Prefix dan
Subnet mask alamat jaringan lokal. Lalu klik Next.
Pada jendela Add Exclussions, masukkan range alamat
yang akan dipakai untuk kebutuhan khusus (jika tidak ada, abaikan saja). Klik
next.
b. Pada
Jendela Lease Duration, setting waktu lease IP Address, yaitu masa penggunaan
IP oleh DHCP Client.
Pada jendela Configure DHCP Options, pilih Opsi
“Yes, I want to configure these options now”. Lalu klik Next.
Pada Jendela Router (Default gateway), masukkan
alamat Router Lokal yang juga sekaligus menjadi Gateway bagi jaringan lokal,
misalnya 192.168.1.1, klik Next
Masukkan alamat DNS Server (di UNP alamat DNS Server
yang dipakai adalah 10.1.1.1 dan 10.1.1.5)
Pada jendela Active Scope, pilih opsi “Yes, I want
to activate this scope now”. Lalu klik Next
c. Configurasi
DHCP Server telah selesai.
d. Langkah
selanjutnya adalah mengaktifkan DHCP Client pada PC Client, dengan cara Double
klik pada ikon LAN Connection untuk menampilkan Jendela LAN Properties.
e. Double
klik pada Internet Protocol (TCP/IP)
Muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP)
Properties, pilih opsi “Optain an IP Address Automatically” dan pilih juga opsi
“Optain DNS Server address Automatically”, lalu klik Next
f. Tunggu
proses request oleh PC Client ke server DHCP selesai.
g. Apabila
berhasil, maka PC Client akan memperoleh IP Dinamik
Untuk menguji koneksi internet dari PC Client,
test Ping ke salah satu alamat site, atau coba
melakukan browsing
E. EVALUASI
dan PENUGASAN
1.
Apa yang dimaksud dengan :
A. IP
Private
IP Private adalah IP
yang digunakan untuk jaringan yang tidak terhubung ke
internet misalnya untuk LAN dan biasanya yang digunakan private address
space (RFC 1918).
B. IP
Public
IP Public adalah IP yang digunakan oleh
jaringan yang terhubung ke internet misalnya saat komputer kita terhubung
ke internet akan mendapat IP publik dari ISP yang berupa IP dinamis dan jika
diganti dengan IP private maka kita tidak bisa terhubung ke internet.
C. Network
Address Translation
Network Address Translation atau yang lebih
biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari
satu komputer ke jaringan internet dengan
menggunakan satu alamat IP.
D. Internet
Connection Sharing
Internet Connection Sharing adalah suatu
aplikasi yang diterapkan untuk menghubungkan beberapa komputer pada sebuah
jaringan lokal (LAN) sehingga bisa melakukan akses internet.
E. DHCP
Server
Komputer yang memberikan nomor IP.
F. DHCP
Client
Computer yang meminta nomor IP.
F. KESIMPULAN
1. Dari
hasil praktek kita bisa membedakan antara IP private, ip public, NAT, ICS, DHCP
Server dan juga DHCP Client.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar