Laporan 4
Praktik Jaringan Komputer Dan Sistem Operasi
"SUPERNET"
NORA AFRYANDI
1102135
TEKNIK ELEKTRONIKA
A. Tujuan
Praktikum
1
Mahasiswa dapat memahami fungsi
Supernet pada jaringan komputer.
2
Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi
netmask untuk membentuk Supernet.
B. Alat
dan Bahan
1. Personal
Computer
2. LAN
Card / NIC
3. Switch
/ Hub
4. Kabel
ethernet Straight / Trought dan Cross Over
C.
Teori
Singkat
Untuk beberapa alasan yang menyangkut pengembangan
jaringan lokal yang memiliki keterbatasan jumlah IP Address, terutama pada
kelas C, network administrator biasanya melakukan supernetting. Esensi dari
supernetting adalah memindahkan garis pemisah antara bagian network dan bagian
host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian network dialokasikan
menjadi bit tambahan pada bagian bit host. Address beberapa network menurut struktur
baku digabung menjadi sebuah supernetwork. Cara ini menciptakan supernetwork yang
merupakan gabungan dari beberapa network, sehingga menyebabkan jumlah maksimum host
yang lebih banyak dalam network tersebut.
Suatu supernet didefinisikan dengan
mengimplementasikan masking bit (subnet mask) kepada IP Address. Struktur
subnet mask sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri dari 32 bit yang
dibagi atas 4 segmen. Bit-bit dari IP Address yang “ditutupi” (masking) oleh
bit-bit subnet mask yang aktif dan bersesuaian akan diinterpretasikan sebagai
network bit. Bit 1 pada subnet mask berarti mengaktifkan masking ( on ),
sedangkan bit 0 tidak aktif ( off ). Sebagai contoh kasus, mari kita ambil satu
IP Address kelas C dengan nomor 192.168.1.16.
Dengan aturan standar, nomor network IP Address ini
adalah 192.168.5 dan nomor host adalah 16. Network tersebut dapat menampung
maksimum lebih dari 254 host yang terhubung langsung. Misalkan pada address ini
akan akan diimplementasikan subnet mask sebanyak 22 bit 255.255.252.0.( Biner =
11111111.11111111.11111100.00000000 ). Perhatikan bahwa pada 22 bit pertama
dari subnet mask tersebut bernilai 1, sedangkan 10 bit berikutnya 0.Dengan
demikian, 22 bit pertama dari suatu IP Address yang dikenakan subnet mask
tersebut akan dianggap sebagai Network bit, sedangkan 10 bit berikutnya
dianggap sebagai Host bit.
Bit yang seharusnya merupakan Network Bit pada
subnet mask standar (bit yang dicetak tebal pada gambar) kemudian dijadikan
Host Bit, menyebabkan terjadinya penggabungan beberapa network menjadi
supernet. Banyaknya network yang dapat digabung menjadi supernet dapat dihitung
dengan rumus :
2n = 2 2 dimana n adalah bit yang diubah dari 1
menjadi 0
= 4
Sehingga rentang alamat supernet yang terbentuk
adalah :
192.168.4.0 s.d 192.168.7.255
D.
Langkah
Kerja
1.
Bentuk kelompok praktikum menjadi tiga,
masing-masing kelompok akan membangunsebuah segmen jaringan.
2.
Siapkan beberapa buah PC yang sudah
terpasang NIC, kabel ethernet straight-trought dan switch/hub.
3.
Hubungkan masing-masing PC ke switch/hub
menggunakan kabel ethernet, sng menjadi ehingga membentuk sebuah segmen
jaringan
4.
Setiap segmen network yang dibangun oleh
masing-masing kelompok digabung sehingga membentuk sebuah supernetwork,
5.
Konfigurasilah IP Address dan Subnet
mask pada masing-masing Host.
6.
Lakukanlan test koneki dari
masing-masing host ke host yang lain dengan menggunakan command Ping, lalu isi
tabel berkut :
No
|
Uji
Koneksi (ping)
|
Respon
|
|
dari
|
ke
|
||
1
|
192.168.4.1
|
192.168.4.1
192.168.5.
1
192.168.6.
1
192.168.7.
1
|
Replay
Form
Unreadcable
Unreadcable
Unreadcable
|
2
|
192.168.5.1
|
192.168.4.1
192.168.5.
1
192.168.6.
1
192.168.7.
1
|
Unreadcable
Replay
Form
Unreadcable
Unreadcable
|
3
|
192.168.6.1
|
192.168.4.1
192.168.5.
1
192.168.6.
1
192.168.7.
1
|
Unreadcable
Unreadcable
Replay
Form
Unreadcable
|
4
|
192.168.7.1
|
192.168.4.1
192.168.5.
1
192.168.6.
1
192.168.7.
1
|
Unreadcable
Unreadcable
Unreadcable
Replay
Form
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar